Kebiasaan Membuang Sampah Menjadi Boomerang di Tengah Masyarakat
Hallo sahabat apa kabarnya,? Mudah-mudahan kita masih dalam lindungan Tuhan yang maha esa. Kesempatan ini saya akan mengulas sedikit mengenai penilaian saya sejauh ini.
Banyak sampah yang berhamburan dijalan, di sungai, yang mencemarkan lingkungan, ada banyak warga seputar yang kurang disiplin dalam mengatasi sampah, khususnya sampah plastik dari sampah rumah tangga serta keperluan lain nya, walau sebenarnya kita saling tahu jika dibutuhkan waktu sekian tahun supaya sampah plastik bisa terurai.
Walau sebenarnya telah jelas di terangkan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2013 mengenai Pengendalian Sampah. Lalu, Perda Nomor 8 Tahun 2007 mengenai Keteraturan Umum. Tetapi ketentuan hanya secuil kalimat tanpa ada makna, ketentuan itu sudah jelas tertera, tetapi apa daya, warga malas mematuhi, seperti tidak ada publikasi tentang ketentuan ini, atau memang warga yang malas mematuhi.
Telah jelas akan sangksi yang buat yang menyalahi tetapi masih kurang efisien membuat kapok. Seolah-olah rutinitas itu telah mendarah daging dalam warga kita. Walau sebenarnya pemerintah telah mempersiapkan tempat untuk buang sampah, tetapi ada-ada saja Warga yang masih buang sampah mereka ke sungai, serta di tepi jalan umum " asal-asalan ".
Jika kita tidak dapat ke TPS untuk buang sampah, mengumpulkan lalu dapat di bakar. Atau secara bertambah ramah dengan mendaur lagi sampah itu. Hasil karya daur lagi itu bisa digunakan lagi misalnya untuk tempat bunga serta yang lain.
Warga kita saat ini banyak yang tidak peduli akan hal kecil ini yang bisa menjadi Boomerang buat masyarakat itu.
Telah sepantasnya kita sadar akan ini, sebab kita jangan mewariskan sampah pada anak cucu kita nantinya, dengan kita peduli dengan lingkungan karena itu anak cucu kita nantinya akan menceritakan mengenai bagaimana ayah ibu nya berusaha untuk jaga lingkungan, serta dia akan dibesarkan dengan pemikiran jaga lingkungan di kepalanya.
Bila semenjak kecil dia telah mempunyai pertimbangan semacam itu karena itu saya percaya kita dapat mengubah rutinitas yang sudah mendarah daging itu. Tak perlu menanti seseorang untuk mengawali, tetapi mulai lah supaya jadi ide buat seseorang, mari kita hidupkan lagi keperdulian kita pada lingkungan serta kedukaan kita pada sampah yang sekarang ini dapat disebut over capasity, hingga mengakibatkan banjir, berbau tidak enak serta jadi sarang penyakit yang memberikan ancaman kesehatan kita.
Mengubah suatu hal yang telah jadi rutinitas memang tidak gampang, tidak gampang bukan bermakna tidak dapat, yuk saling sadar akan lingkungan, diawali pada kita untuk kita serta untuk semua.
Lingkungan yang bersih jadi cerminan watak Warga, salam sejahtera dari saya serta mudah-mudahan kita makin sadar akan keutamaan jaga lingkungan.
Terima kasih.
