Mahasiswa KKN-DR Universitas PGRI Pasuruan Manfaatkan Limbah Baglog Jamur untuk Menanam Cabai




Epidemi Covid-19 yang berlangsung waktu berefek pada semua bagian baik pendidikan, politik atau ekonomi. Disamping itu efek dari epidemi ini punya pengaruh pada bagian ketahanan pangan hingga warga dituntut untuk selalu produktif pada saat epidemi ini. disamping itu juga pada saat epidemi ini warga ikut serta turut pada kondisi sekarang ini hingga membuat satu hal baru yang sebelum nya jarang-jarang atau belum benar-benar dilaksanakan dalam bagian ketahanan pangan yakni berkebun.


Epidemi Covid-19 ini memberi efek pada bagian pendidikan. Pendidikan terpengaruh akan waktu epidemi ini, banyak alumnus SMA serta SMK yang ingin meneruskan ke pendidikan tinggi tapi terhambat dengan ongkos berasal dari efek dari pendemi Covid-19.

Sekarang ini kritis pangan tengah menempa Indonesia untuk efek dari epidemi ini, Hal itu berimbas pada warga, terutamanya tempat budidaya jamur di Petahunan, Kota Pasuruan. Efek dari epidemi ini mewajibkan mereka cari satu inspirasi yang dapat digunakan untuk menjaga ketahanan pangan.

Dalam tempat pembudidayaan jamur itu terdapat beberapa sampah jamur yang terbuang serta sebab sampah itu tidak dapat dipakai kembali lagi untuk budidaya jamur karena itu terbentuklah satu inspirasi untuk manfaatkan sampah itu untuk pupuk atau media penanaman cabai untuk menolong ketahanan pangan di waktu epidemi Covid-19 ini.

Mochammad Faisol Rizal, Mahasiswa Kampus PGRI Wiranegara Pasuruan melakukan KKN-DR dengan topik ketahanan pangan yang berjudul "PEMANFAATAN LIMBAH JAMUR UNTUK MENANAM CABAI DI MASA PANDEMI COVID-19". Pekerjaan KKN-DR ini dikerjakan mulai tanggal 15 Agustus -- 15 September 2020 di Desa Petahunan persisnya dalam tempat pembudidayaam jamur tiram yakni Mushroom Agro Sempurna Pasuruan di bawah tuntunan Bapak M. Ma'ruf, M.Pd.I sebagai Dosen Pendamping Lapangan.

Penerapan pekerjaan ini diawali dengan proses fermentasi sampah jamur yakni dengan ambil sampah baglog jamur sesuai yang diperlukan serta digemburkan dengan cangkul, kemudian sampah disiram dengan air yang telah digabung dengan EM4 serta tetes tebu dengan perbandingan :

1. Selanjutnya sampah yang telah disiram dengan bahan itu ditutup dengan karung semasa dua minggu. Sesudah proses fermentasi dilaksanakan sampah itu dipakai untuk pembibitan tanaman cabai. Bibit cabai saat akan ditanam pada polybag kecil dicelup terlebih dulu dengan air hangat semasa 1 jam. Selanjutnya bibit cabai ditanam pada polybag kecil yang telah berisi sampah baglog jamur yang telah disiram serta ditempatkan dalam tempat yang tidak terserang cahaya matahari. Kemudian dilaksanakan proses perawatan dengan menyiraminya 1x satu hari serta dakam waktu dua minggu ada benih kecambah, di saat itu tanaman bisa terserang cahaya matahari.


dokpri Sesudah benih cabai tumbuh benih cabai dipindah ke polybag yang memiliki ukuran besar. Dalam proses perpindahan ini sampah baglog digabung dengan pupuk kandang serta sekam dengan perbandingan 3:1:1. Selanjutnya benih cabai yang berkecambah dipindah dari polybag kecil ke polybag yang semakin besar serta dilaksanakan perawatan tiap hari dengan vitamin B untuk tanaman serta ditempatkan dalam tempat yang terserang cahaya matahari.

dokpri Selain itu pekerjaan KKN-DR ini lakukan sosialisai mengenai keutamaan meneruskan pendidikan ke tahap perguruan tinggi buat alumnus SMA/SMK serta masyrakat. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan bagikan brosur door to door untuk berikan motivasi mereka meneruskan kuliah sesudah lulus dari SMA/SMK.


dokpri


 

Popular posts from this blog

The Dismal Condition of Teasing in English-Speaking Societies

Very initial, Novak as well as Shapiro strategy towards

As you understand the authorities plan of the Commonwealth