Media Daring Selamatkan Jurnalis Lingkungan dari Konglomerasi Media
Bukan hal yang gampang buat jurnalis untuk mengusung desas-desus lingkungan ke mass media arus penting, kecuali dipandang kabar beritanya tidak menarik, kabar berita rumor lingkungan dipandang tidak membuahkan uang yang banyak buat media. Ini diperburuk dengan adanya banyak media di Indonesia yang dipunyai oleh pengusaha-pengusaha yang bisnisnya terjebak dalam kerusakan lingkungan. Kejadian ini tentunya otomatis bisa mengintervensi indepedensi jurnalis.
Menurut Jones (1997) dalam teori kebijaksanaan publiknya, supaya satu persoalan dapat memperoleh perhatian dari penentu kebijaksanaan, satu persoalan itu harus ada atau dalam pergerakan perbincangan publik. Mass media dipandang fasilitas paling efisien untuk menghidupkan pendapat publik dan ajak warga dalam lakukan diskusi-diskusi masalah rumor lingkungan. Tetapi, ide dan independesi jurnalis terhambat oleh kebutuhan-kepentingan pemilik media.
Ini dikatakan lewat jurnal Gilang Desti Prahita berjudul "The Practice of Indonesia's Enviromental Reporters: Competence and Challenges" (2017), Gilang mengatakan ada banyak rintangan buat jurnalis lingkungan dalam sampaikan kabar, diantaranya yang paling penting ialah interferensi pemilikan media.
Seringkali kabar berita pada rumor lingkungan bisa mencelakakan nyawa buat jurnalis tersebut. Diantaranya Muhammad Syaifullah seorang jurnalis Kompas pada 26 Juli 2010 meninggal diracun di Balikpapan sesudah aktif memberikan laporan masalah illegal logging. Gertakan yang sering dijumpai beberapa jurnalis membuat rumor lingkungan kalah pamor dari desas-desus yang lain di kolom kabar berita. Walau sebenarnya, kehidupan manusia tidak bisa lepas dari lingkungan yang dihuni. Bila lingkungan yang dihuni rusak, akan terdapat beberapa kelangsungan hidup yang terusik.
Tetapi bersamaan perubahan jaman serta berubahanya tehnologi, media arus penting mulai digeser posisinya oleh media pilihan yang berubah dengan cara daring. Warga yang dulu cuma mendapatkan info dari koran serta media arus penting yang lain, saat ini dapat nikmati info darimanakah saja serta kapanpun lewat gawai yang dipunyainya.
Media-media daring yang banyak muncul diinginkan bisa hidupkan kembali lagi indepedensi jurnalis yang terbungkam oleh kebutuhan-kepentingan usaha media. Disamping itu, di media daring pembaca umumnya bisa tinggalkan tanggapan pada kolom yang ada hingga diinginkan media daring dapat membuat interaktivitas antar jurnalis serta warga.
Beberapa jurnalis diinginkan bisa melahirkan beberapa karya tentang rumor lingkungan yang tidak sekedar hanya menyampaikan kerusakan, tetapi menyampaikan insiden-kejadian yang bisa membangkitkan ketertarikan warga dalam rumor lingkungan, seperti langkah menjaga lingkungan atau mengusung rumor lingkungan dari bagian humanismenya.
Jumlahnya keinginan untuk jurnalis lingkungan bisa menyampaikan rumor lingkungan dengan bagian yang besar di masa ini, bisa disaksikan lewat apresiasi warga yang terus-menerus lakukan kampanye perduli lingkungan di sosial media. Warga serta media bisa bekerja bersama untuk mengganti pandangan penopang kebijaksanaan akan keutamaan rumor lingkungan.
-------------------------------------------------
Sumber:
